Karena niatnya mau belajar geografi bareng dan besoknya mau ulangan, aku tutup sidang dulu masalah elang yang terbang itu. Bisa-bisa nilai geografi jadi tiarap gegara mikirin kata-kata ngambang tadi. Just forget about this conversation until the test ends successfully, La!
Dan setibanya Bara dan Teratai membuat belajar kali ini lebih hangat dibandingkan tanpa mereka. Ditambah pesanan pecel yang 15 menit kutunggu membuatku bisa kabur dari perasaan dingin tadi. Dasar Awan sarap. -___-
Di antara aku, Awan, Teratai, sama Bara, cuma aku yang gak pernah ikut lomba akademik. Puisinya, cuma aku yang gak pernah mengepakkan sayap seperti yang diucapkan Awan. Eh, apa?
Oke, berarti mulai saat ini, aku harus lebih pintar dari mereka. Minimal sejajar! Ayo konsen belajar!
Terus, sebulan kemudian, aku ikut lomba kesenian, ikut OOSN. Karena bakat nyanyi yang cukup, aku cari sayap lewat ini.
Tapi, entah kenapa Awan masih naksir Teratai. Ah, aku belum move.
4 bulan mendemin rasa itu sakit. Walaupun dia mind-reader, aku ngerasa belum teriakin cinta ke Awan. Jika begitu ceritanya,WHERE'S MY WINGS?

[this story will be end(less)]
(not my true story)